PAMEKASAN, MADURA – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-48 Universitas Madura (Unira), Anggota KPU RI, Dr. Idham Holik, hadir memberikan orasi ilmiah bertajuk “Pembangunan Demokrasi di Indonesia” di Auditorium Bersama Universitas Madura, Senin (04/05/2026). Di hadapan sivitas akademika, beliau membedah tantangan serta masa depan demokrasi Indonesia di era digital.
Poin-Poin Strategis yang Disampaikan:
Esensi Demokrasi: Mengutip Josiah Ober, Dr. Idham menegaskan bahwa demokrasi sejati adalah pemberdayaan rakyat (the empowered demos) untuk membuat dan menegakkan aturan demi kebaikan bersama.
Tantangan Kualitas: Menyoroti status Indonesia yang masih berada dalam kategori flawed democracy (demokrasi cacat), Dr. Idham mengajak semua pihak untuk meningkatkan literasi politik dan partisipasi bermutu.
Peran Perguruan Tinggi: Mengacu pada pemikiran Tan Malaka dalam Madilog, beliau menekankan bahwa kemerdekaan sejati hanya bisa dipertahankan dengan “pikiran merdeka” dan tradisi ilmiah yang kritis terhadap takhayul politik.
Ancaman Era Digital: Beliau memberikan peringatan khusus terhadap teknologi deepfake yang berpotensi memanipulasi persepsi publik dan menjadi risiko sosial bagi integrasi demokrasi.
Aktivisme Mahasiswa: Dr. Idham mendorong mahasiswa Unira untuk menjadi agen perubahan (active citizenship) melalui penguatan budaya riset dan sikap kritis yang bertanggung jawab.
“Demokrasi hanya akan tumbuh sehat jika didukung oleh pendidikan yang baik. Informasi adalah mata uang demokrasi,” pungkas Dr. Idham mengutip pesan Thomas Jefferson dan Socrates.
Acara Studium Generale ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Madura dalam mewujudkan visi kampus yang “TEDUH” (Teladan, Edukatif, Disiplin, Unggul, dan Humanis).***

