Denpasar – Direktur Eksekutif Pusat Strategi Prisma, Kusnandar, mengajak generasi muda Indonesia, khususnya anak muda di Papua untuk lebih aktif terlibat dalam pembangunan daerahnya masing-masing.
Menurutnya, pemuda harus jadi motor penggerak dan garda terdepan dalam memperkuat budaya damai, melawan hoaks dan disinformasi yang bisa memecah belah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kusnandar dalam diskusi bertema “Menguatkan Demokrasi, Menjemput Masa Depan yang Setara” di Prisma Center, Jl. Pengalasan, Denpasar, Bali, Jumat (26/6/2026).
“Pemuda itu punya peran sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia wabilkhusus adalah wilayah Papua. Makanya, generasi muda jangan menjauh dari ruang publik. Harus aktif sampaikan aspirasi masyarakat dan mengawal kebijakan dari pusat ke daerahnya,” kata Kusnandar.
Di era digital seperti sekarang, Kusnandar mengingatkan pemuda untuk membangun literasi digital yang baik. Biasakan cek dan verifikasi informasi dulu sebelum dibagikan.
“Hoaks, disinformasi, dan provokasi itu berbahaya. Bisa rusak kepercayaan dan persatuan masyarakat. Pemuda harus jadi garda terdepan jaga ruang informasi yang sehat dan positif,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa perdamaian bukan hanya soal tidak ada konflik atau berkonflik. Perdamaian harus dibangun lewat komunikasi terbuka, saling menghargai keberagaman, dan melibatkan semua pihak menyelesaikan masalah melalui dialog.
Melalui diskusi ringan ini diharapkan semangat generasi muda kita semakin bangkit untuk terlibat aktif membangun wilyahnya yang lebih damai, adil, dan maju.***

