Balibersuara.com – Pemerintah memulai kembali proyek pembangunan jalan shortcut Singaraja – Mengwitani yang sudah dimulai di periode pertama Gubernur Bali, Wayan Koster.
Pembangunan kembali ditandai dengan ground breaking oleh Gubernur Bali bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Rabu 7 Januari 2026 di Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng. Jalan yang akan dibangun yakni titik 9 dan 10 yang akan mempersingkat jarak dari Denpasar ke Singaraja. Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan titik 5-6 hingga 7-8.
Koster menjelaskan pembangunan shortcut merupakan kebutuhan mendesak, sebagai langkah pemerintah dalam pemerataan pembangunan ke Bali Utara yang selama ini kurang merasakan kue pariwisata.
“Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk pelayanan transportasi penumpang maupun logistik. Karena itu saya mohon agar pembangunan Titik 9 dan 10 dapat segera dilanjutkan, dan sekarang sudah berjalan,” ujar Gubernur Koster.
Ia mengucapkan proyek tetap berjalan dan kini memasuki tahap pelaksanaan. Gubernur Koster juga menegaskan perannya dalam mengawal proses, mulai dari tender, penandatanganan kontrak, hingga penentuan waktu ground breaking.
“Bukan untuk mengintervensi, tapi saya pastikan semua berjalan sesuai tahapan dan tidak berlarut-larut. Setelah siap semua, saya carikan hari baik, dan ditetapkan 7 Januari 2026,” jelasnya sambil menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berkontribusi besar melalui pembebasan lahan agar proyek berjalan tanpa hambatan.
Gubernur Koster juga mendorong percepatan pembebasan lahan untuk Titik 11 dan 12 yang memiliki medan paling berat. Ia menargetkan proses pembebasan lahan dimulai pada tahun 2026, sehingga konstruksi dapat dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028 dan rampung sebelum akhir masa jabatannya pada 20 Februari 2030.
“Saya ingin jalan shortcut ini tuntas minimal sampai Titik 12 sebelum masa jabatan saya berakhir,” katanya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur strategis di Bali paling lambat tahun 2030, pada periode keduanya sebagai gubernur.

